Usai Terjatuh Di FP1 MotoGP Belanda, Jorge Lorenzo Alami Sakit Dibagian Dada dan Tulang Belakang

Usai Terjatuh Di FP1 MotoGP Belanda, Jorge Lorenzo Alami Sakit Dibagian Dada dan Tulang Belakang

Mobarezpress.com – Pada uji coba pertama dalam MotoGP Belanda 2019, diketahui pembalap dari tim Repsol Honda, Jorge Lorenzo mengalami crash dalam kecepatan tinggi, meski dirinya tengah menjalani pemeriksaan untuk lebih mendalam.

Peristiwa yang menimpa pembalap asal Spanyol itu terjadi saat memasuki tikungan ketujuh di Sirkuit Assen di latihan bebas pertama MotoGP Belanda, Jumat (28/6/2019) sore WIB. Lorenzo terlempar dari motor yang kendarainya dan tersungkur di tanah.

Pembalap yang sudah menjuarai tiga kali MotoGP itu selanjutnya dibawa mengunakan ambulans menuju pusat perawatan yang berada di sekitar Sirkuit.

Sedangkan motor yang digunakannya mengalami kerusakaan parah dan kekhawatiran mulai terlihat usai Lorenzo dirujuk untuk pergi ke rumah sakit Assen.

Baca juga: Lakoni Pemeriksaan Medis Di Liverpool, Sepp Van Den Berg Masih Tetap Diburu Bayern Munich

Menurut pernyataan yang disampaikan oleh Dokter Charte yang menanganinya mengatakan bahwa kondisi dari X-Fuera tampak cukup baik. Namun, dengan adanya keluhan untuk bagian dada dan tulang belakang, maka diharuskan untuk pemeriksaan lebih mendalam.

“Lorenzo saat ini berada dalam kondisi baik. Dia terjatuh dengan kecepatan tinggi dan sangat buruk. Ketika dia tiba disini, tampak terdiam, sedikit dia tertegun, sedikit disorientasi, dan jelas sangat tak stabil,” pungkas Dokter Charte.

Kami juga sudah menjalani pemeriksaan lebih rinci seperti radiologi normal, walau saya tidak sepenuhnya pusat. Jadi kami menyatakan, tidak ada cedera otak, untuk melakukan pemindaian MRI di tulang belakang dan CT scan dari dada ke perut,” imbuhnya

Ditambah lagi Lorenzo tampaknya sudah mengalami cedera terlebih dahulu usai crash di kualifikasi MotoGP Catalunya sebelumnya dengan kecelakaan yang sama memberikan luka yang semakin parah.

“Kekhawatiran terbesar adalah rasa sakit yang disebutnya paling intens di area torso-lumbar. Ini adalah area yang sebelumnya sudah dihukum akibat crash di Catalunya,” tandas sang dokter.